From now on we Elev8
We're more than just a broker. We're an all-in-one trading ecosystem—everything you need to analyse, trade, and grow is in one place. Ready to elevate your trading?
We're more than just a broker. We're an all-in-one trading ecosystem—everything you need to analyse, trade, and grow is in one place. Ready to elevate your trading?
Rupiah bergerak relatif stabil terhadap dolar AS pada perdagangan Senin, dengan pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di kisaran 16.831 setelah terkoreksi tipis sekitar 0,03% menjelang sesi Eropa. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap pasar yang masih menakar kombinasi sentimen global dan domestik, sementara pelaku pasar belum melihat katalis kuat untuk mendorong arah baru dalam jangka pendek.
Dari dalam negeri, rilis data konsumsi menunjukkan gambaran yang tidak sepenuhnya searah. Penjualan sepeda motor Januari tumbuh 3,1% secara tahunan, melambat signifikan dari 14,5% sebelumnya, mengindikasikan masyarakat mulai lebih selektif dalam belanja barang durable. Namun di saat yang sama, Indeks Keyakinan Konsumen naik ke 127,0 dari 123,5, menandakan persepsi terhadap kondisi ekonomi dan prospek pendapatan masih cukup positif. Kombinasi ini menyiratkan kepercayaan ekonomi tetap terjaga, meski pola konsumsi cenderung lebih berhati-hati.
Dari sisi eksternal, Indeks Dolar AS tercatat melemah ke sekitar 97,315 atau turun sekitar 0,20%. Pelemahan greenback memberi ruang bagi mata uang emerging markets, termasuk Rupiah, untuk menjaga stabilitas, meskipun dinamika global masih memunculkan ketidakpastian. Pasar global tampak menahan agresivitas terhadap dolar sambil menunggu sinyal lanjutan dari arah kebijakan moneter AS.
Fokus investor kini tertuju pada sejumlah data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan. Laporan ketenagakerjaan Januari diprakirakan menunjukkan penambahan sekitar 70.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di 4,4%, sementara data inflasi konsumen Januari dijadwalkan rilis pada Jumat. Sentimen sempat memperoleh dorongan setelah Indeks Sentimen Konsumen Michigan naik ke 57,3 pada Februari — level tertinggi enam bulan. Pasar secara luas memprakirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada Maret, dengan peluang pelonggaran mulai pertengahan tahun, meski pejabat The Fed tetap menekankan kewaspadaan terhadap inflasi dan ketergantungan pada data ekonomi terbaru.
Ke depan, stabilitas Rupiah berpotensi berlanjut selama tekanan global tidak meningkat tajam, sementara investor domestik cenderung menunggu konfirmasi tambahan dari data ekonomi dan arah kebijakan moneter global sebelum memperluas eksposur risiko.
Rilis Nonfarm Payrolls menyajikan jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua bisnis non pertanian; dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). Perubahan bulanan dalam payrolls bisa sangat fluktuatif. Angka tersebut juga tunduk pada tinjauan yang kuat, yang juga dapat memicu volatilitas di bursa Forex. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish, meskipun tinjauan bulan sebelumnya dan Tingkat Pengangguran sama relevannya dengan angka utama. Oleh karena itu, reaksi pasar bergantung pada bagaimana pasar menilai semua data yang terkandung dalam laporan BLS secara keseluruhan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Feb 11, 2026 13.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 70Rb
Sebelumnya: 50Rb
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Laporan lapangan pekerjaan bulanan Amerika dianggap sebagai indikator ekonomi paling penting bagi pedagang valas. Dirilis pada hari Jumat pertama setelah bulan yang dilaporkan, perubahan jumlah posisi berkorelasi erat dengan kinerja ekonomi secara keseluruhan dan dipantau oleh pembuat kebijakan. Pekerjaan penuh adalah salah satu mandat Federal Reserve dan mempertimbangkan perkembangan di pasar tenaga kerja saat menetapkan kebijakannya, sehingga berdampak pada mata uang. Meskipun beberapa indikator utama membentuk perkiraan, Nonfarm Payrolls cenderung mengejutkan pasar dan memicu volatilitas yang substansial. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.