अब से हम Elev8 हैं

हम केवल एक ब्रोकर नहीं हैं। हम एक ऑल-इन-वन ट्रेडिंग इकोसिस्टम हैं—आपको विश्लेषण करने, ट्रेड करने और बढ़ने के लिए जो कुछ भी चाहिए, वह एक ही स्थान पर है। क्या आप अपने ट्रेडिंग को ऊँचा उठाने के लिए तैयार हैं?

Batu Bara ICE Newcastle Lanjutkan Penurunan dari 140,00, Dolar AS yang Tinggi Berpotensi Membebani

  • Batu bara ICE Newcastle bullish dalam jangka lebih panjang.
  • Belum lancarnya lalu lintas di Selat Hormuz membuat harga komoditas-komoditas tetap tinggi.
  • Nilai Dolar AS yang lebih tinggi membuat harga komoditas semakin mahal bagi pembeli asing.

Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari perdagangan pertama pekan ini di 135,00 yang lebih rendah 1,68% dibandingkan penutupan pekan lalu. Batu bara ini membuka pekan perdagangan baru dengan gap bawah 136,00 dan sesaat naik untuk mencatatkan tertinggi hari di 136,50. Namun demikian, kenaikan tersebut tidak bertahan lama karena komoditas ini berbalik arah untuk ditutup di level yang disebutkan di atas.

Dalam jangka sangat pendek batu bara ini terjebak dalam kisaran sideways yang dibuat selama masa perang AS-Israel dengan Iran. Ujung bawahnya adalah 130,00 terendah 4 Maret 2026 sementara ujung atasnya adalah 150,00, tertinggi 2026 yang dicapai pada 3 Maret. Namun dalam jangka lebih panjang, tren komoditas ini masih bullish karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) di 58,89 secara teknis menunjukkan momentumnya bullish, meskipun menghadap ke bawah dan dekat dengan level netral 50.

Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 27°C cenderung berawan dengan peluang hujan sekitar 10%-15% sepanjang hari. Keadaan cuaca seperti ini menguntungkan bagi proses pemuatan batu bara di pelabuhan sehingga cuaca tidak menjadi faktor yang memengaruhi harga komoditas ini.

Belum adanya tanda-tanda de-eskalasi konkrit atas perang di Timur Tengah membuat perhatian seluruh pedagang tertuju pada masalah ini. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Selat Hormuz tetap ditutup untuk musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi, seperti diinformasikan kantor berita SNN Iran. Meskipun Araghchi mengindikasikan bahwa selat dibuka bagi pihak-pihak lainnya, itu tidak membuat kapal-kapal melewati selat karena memilih menunggu.

Dengan demikian, pasokan energi seperti minyak dan LNG (Liquified Natural Gas) masih terganggu ditambah Indeks Dolar AS, pengukur USD terhadap enam mata uang utama lainnya, yang juga naik dan berada di area 100 membuat harga komoditas dalam USD semakin mahal bagi pembeli asing.

Batu bara bisa menjadi alternatif pengganti temporer LNG untuk pembangkit listrik terutama di negara-negara barat. Meskipun harganya meningkat baru-baru ini, distribusi dan kesediaannya tidak terganggu oleh konflik di Timur Tengah.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,01 naik dari $102,37
  • Batubara I (5.300 GAR) $71,55 naik dari $71,29
  • Batubara II (4.100 GAR) $48,32 naik dari $47,64
  • Batubara III (3.400 GAR) $34,25 tidak berubah dari sebelumnya

Peluang dari peningkatan harga dan potensi kenaikan permintaan akan berhadapan dengan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026 yang diisyaratkan dipangkas menjadi total produksi batu bara nasional 600 juta ton dari realisasi tahun sebelumnya 790 juta ton.

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, berarumen bahwa revisi itu perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga mengingat Indonesia memasok kurang lebih sekitar 43% secara global serta untuk mengamankan cadangan agar bisa dinikmati generasi-generasi selanjutnya.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Dolar AS

Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan mata uang 'de facto' di sejumlah besar negara lain tempat mata uang ini beredar bersama mata uang lokal. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari seluruh perputaran valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun dalam transaksi per hari, menurut data dari tahun 2022. Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih posisi Pound Sterling Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Selama sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas menghilang.

Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%, The Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed akan menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.

Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana Fed secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah langkah kebijakan nonstandar yang digunakan ketika kredit telah mengering karena bank tidak akan saling meminjamkan (karena takut gagal bayar oleh rekanan). Ini adalah pilihan terakhir ketika hanya menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diinginkan. Itu adalah senjata pilihan The Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008. Hal ini melibatkan The Fed yang mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.

Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses sebaliknya di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo dalam pembelian baru. Hal ini biasanya positif bagi Dolar AS.

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia Indonesia sesuai Prakiraan 4.75%

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia Indonesia sesuai Prakiraan 4.75%
अधिक पढ़ें Previous

BI Tahan Suku Bunga Maret di 4,75%, Pertumbuhan Kredit Februari Melambat

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level 4,75% dalam pertemuan terbaru, sejalan dengan ekspektasi pasar.
अधिक पढ़ें Next