Kể từ bây giờ chúng tôi là Elev8
Chúng tôi không chỉ là một nhà môi giới. Chúng tôi là một hệ sinh thái giao dịch tất cả trong một—mọi thứ bạn cần để phân tích, giao dịch và phát triển đều có ở một nơi. Sẵn sàng nâng tầm giao dịch của bạn?
Chúng tôi không chỉ là một nhà môi giới. Chúng tôi là một hệ sinh thái giao dịch tất cả trong một—mọi thứ bạn cần để phân tích, giao dịch và phát triển đều có ở một nơi. Sẵn sàng nâng tầm giao dịch của bạn?
Harga batu bara ICE Newcastle front month berada di 132,05 yang tidak berubah jika dibandingkan dengan penutupan hari kemarin. Pada dasarnya harga batu bara ini tidak berubah sejak itu dan tidak menunjukkan pergerakan signifikan dalam kisaran.
Batu bara ini tetap nyaman bergerak di ujung bawah kisaran sideways. Ini menjadi titik penting karena komoditas berada di titik persimpangan antara memantul menuju ujung atas kisaran yang merupakan tertinggi 2026 di 150,00 atau menembus sisi bawah kisaran dan terus turun mengingat tidak adanya eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah sejauh ini.
Secara teknis, batu bara dalam tren bullish dalam jangka lebih panjang karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari namun Relative Strength Index (RSI) di 44,23 memberikan peringatan bahwa momentumnya netra-bearish.
Suhu di area pelabuhan Newcastle Australia berkisar 11°C–24°C dan diprakirakan cerah sepanjang hari dengan peluang hujan hampir 0%. Dengan demikian, proses pemuatan batu bara di pelabuhan diprakirakan berjalan lancar. Sehingga, cuaca tidak menjadi faktor yang memengaruhi harga komoditas ini dalam jangka pendek.
Perundingan AS-Iran selama akhir pekan tidak menghasilkan kesepakatan. Namun, Reuters melaporkan kedua pihak dapat kembali ke Pakistan pada minggu ini untuk melakukan diskusi.
Kabar tersebut menyusul komentar Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam wawancara di Fox News, bahwa tim negosiasi mendapatkan wawasan tentang pendekatan negosiasi Iran dan menilai perundingan akhir pekan lalu sebagai produktif. Saat ini bola ada di Iran karena jalannya negosiasi dapat berubah jika mereka tidak menindaklanjuti.
Di luar itu semua, gencatan senjata dua minggu yang diumumkan kedua pihak masih berlangsung sehingga membuat pasar tenang dan harga-harga komoditas tidak menunjukkan volatilitas yang tinggi.
Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 135.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;
Harga-harga di atas akan mengalami perubahan mengingat akan memasuki periode kedua bulan April. Pasar akan menunggu untuk melihat apakah harganya akan turun mengingat batu bara ICE Newcastle yang disebutkan di atas mengalami penurunan sejak awal bulan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, mengatakan, "Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi," seperti diinformasikan dalam siaran pers Kementerian ESDM saat Menteri Bahlil mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia Senin lalu.
Kunjungan ini juga untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga. Pelaksanaan peluang kerja sama akan terus dikawal yang mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, dan peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
Upaya-upaya pemerintah di bidang energi terus dilakukan oleh negara-negara di dunia mengingat konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan gangguan distribusi serta peningkatan harga sehingga menimbulkan kekhawatiran inflasi global.
Indonesia berupaya untuk melakukan diversifikasi pemasok dari negara-negara lain serta bergeser ke sumber-sumber energi alternatif untuk secara bertahap melepas ketergantungan pada energi fosil. Beberapa waktu yang lalu, pemerintah menetapkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun 2026 untuk menjaga daya beli masyarat.

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.