Kể từ bây giờ chúng tôi là Elev8
Chúng tôi không chỉ là một nhà môi giới. Chúng tôi là một hệ sinh thái giao dịch tất cả trong một—mọi thứ bạn cần để phân tích, giao dịch và phát triển đều có ở một nơi. Sẵn sàng nâng tầm giao dịch của bạn?
Chúng tôi không chỉ là một nhà môi giới. Chúng tôi là một hệ sinh thái giao dịch tất cả trong một—mọi thứ bạn cần để phân tích, giao dịch và phát triển đều có ở một nơi. Sẵn sàng nâng tầm giao dịch của bạn?
Para analis Deutsche Bank mencatat Minyak Brent hampir menyentuh $100/barel pada hari Kamis sebelum mundur pada hari Jumat, saat para pedagang bereaksi terhadap perubahan berita seputar negosiasi AS–Iran dan gencatan senjata regional. Mereka menyoroti bahwa laporan pesimistis sebelumnya tentang kesepakatan komprehensif telah mendorong Brent lebih tinggi, tetapi komentar yang lebih optimis dari Presiden Trump kemudian memicu beberapa pengambilan keuntungan dan pullback moderat.
"Minyak bergerak naik selama sebagian besar sesi kemarin setelah beberapa berita negatif yang lebih banyak, yang meredam harapan tentang kesepakatan damai jangka pendek antara AS dan Iran. Misalnya, Reuters melaporkan kemarin dari dua sumber Iran, yang mengatakan bahwa negosiator AS dan Iran telah mengurangi ambisi mereka untuk kesepakatan damai komprehensif, dan malah melihat memorandum sementara yang akan mencegah kembalinya konflik."
"Selain itu, kantor berita Tasnim Iran mengatakan dalam sebuah laporan bahwa "Iran menekankan melalui mediasi Pakistan bahwa AS harus terlebih dahulu memenuhi komitmennya", dan bahwa "tanpa melalui pengaturan awal dan mencapai kerangka yang diperlukan, negosiasi ini tidak akan memberikan manfaat".
"Latar belakang tersebut menyebabkan harga minyak naik kemarin, dengan minyak Brent (+4,70%) ditutup pada $99,39/barel. Namun meskipun kenaikan terbaru harga minyak, reli saham AS terus berlanjut."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)